George Walker Bush, mantan Gubernur ke-46 negara bagian
Setiap kunjungan delegasi AS ke setiap Negara sebut saja Pakistan dan Iran, di India Bush melakukan pembicaraan dengan agenda melakukan kesepakatan baru yang memungkinkan India menerima teknologi Nuklir sipil Amerika. Di Pakistan, kunjungan Bush juga membawa agenda “menekan” yang memaksa Pakistan untuk ikut serta dalam memerangi “teroris”.
Bagaimana dengan kunjungan Bush Indonesia ke
Menurut jadwal tentatif, kunjungan Bush dilakukan pada tanggal 20 November 2006, seusai menghadiri pertemuan Forum Kerja sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Vietnam, 18-20 November 2006. Agenda Apa yang bakal di tekankan dalam diplomasi terhadap
Seperti kunjungan dua petinggi AS, yakni Menlu AS Condoleeza Rice, 14-15 Maret 2006, dan Menhan AS Donald Rumsfeld, 6 Juni 2006, sama-sama berupaya meyakinkan
Kunjungan Bush setidaknya membawa tiga agenda besar. Yakni, “kesepakatan “ terkait penggunaan energi alternatif, dukungan bagi “pesantren cinta damai” binaan AS, dan Reformasi TNI.
“Kesepakatan” Penggunaan Energi Alternatif
Kunjungan Bush menarik dicermati, mengingat sebelumnya Presiden Susilo B Yudhoyono berkunjung ke Cina untuk menjajaki pengembangan sumber energi alternatif pengganti minyak Bumi.dalam kunjungan
Stick And Carrot Pesantren Binaan
Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman asuhan Habib Saggaf bin Mahdi, didirikan 17 Juli 1998 ini pernah mendapat kunjungan Preiden Bank Dunia Pual Wolfowiz awal April 2006. terkait rencana kunjungan Bush ke Pesantren tersebut mensinyalir bahwa pesantren ini akan mendapat kucuran dana dari pemerintah AS. Dana yang dikucurkan melalui USAID ini, salah satu sumber penulis menyebutkan bantuan mencapai 100 juta dolar.
Dengan dana itu, akan diadakan pengkaderan santri yang akan dikirim ke daerah-daerah konflik seperti Poso, diharapkan mereka akan merubah persepsi msyarakat Muslim di
AS juga melakukan Politik Stick dan Carrot terhadp sejumlahpesantren. Pada tanggal 18-28 September 2002 lalu, Institute for Training and Development (ITD), Lembaga Amerika,mengundang 13 Pesantren ‘pilihan’ di Indonesia dari Sumatera, Jawa, Madura, Kalimantan, dan Sulawesi untuk berkunjung ke AS.
Reformasi TNI
Kunjungan ini jika dirunut ke belakang, sejak awal AS memang berkepentingan terhadap Reformasi TNI. Dalam kunjungannya ke Washington, akhir Mei 2005, SBY berjanji mempercepat reformasi TNI untuk memulihkan hubungan militer kedua Negara yang terputus setelah insiden Santa Cruz di Dili, Timor Timur, 1991.janji SBY ini kembali ditagih ketika Menlu AS Condy berkunjung ke Indonesia pertengahan Maret 2006. didepan forum Indonesia Council of World Affairs (ICWA) di Jakarta, mendesak Indonseia untuk melakukan Upaya yang lebih besar dalam mereformasi TNI.
Harapan anak Negeri
Dibalik itu semua, Bush dengan Nafsu Besarnya pasti akan berdiplomasi dengan bahasa penekanan atau minimal membuat repot saja yang membuat kita makin terpuruk dalam cengkraman Hegemoni Kapitalisme yang diasung oleh AS. Apalagi kunjungan Bush ke
Sepatutnya Pemerintah RI mempertimbangkan agar tidak berlebihan menerima Bush. Sebab, sangat dimungkinkan hasil kesepakatan nanti tidak diakomodir jika Bush tidak memimpin lagi. Moment kedatangan Bush dapat dimanfaatkan bangsa

